Tuesday, September 9, 2014

Musyawarah atau Pemilihan secara Liberal dalam memilih Pemimpin

Menyoal memilih kepala daerah melalui pemilihan langsung atau musyawarah oleh DPRD, hari ini menjadi pembicaraan yang kembali menghangat. maka dari itu ada beberapa yang menjadi pemikiran, sebagai berikut:

Jika para pancasilais itu benar-benar pancasilais sejati sudah barang tentu dia akan memilih opsi pemilihan kepala daerah melalui musyawarah oleh DPRD dan Presiden Indonesia melalui musyawarah yang dilakukan oleh MPR. mengapa demikian?

Karena demokrasi Indonesia yang berdasarkan pancasila itu bukan demokrasi liberal melalui pemilihan langsung ini hanya plek-plekan dari NGO-NGO asing, namun demokrasi berdasarkan musyawarah mufakat itulah demokrasi Indonesia yang sebenarnya, yang sari-sarinya diambil dari adat istiadat masyarakat Indonesia dan juga nilai-nilai demokrasi yang terkandung dalam masyarakat Islam melalui musyawarahnya dalam menyelesaikan berbagai persoalan-persoalan.

ya, itulah demokrasi pancasila yang berdasarkan sila keempat " Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN.

seperti inilah demokrasi yang para Founding Fathers ajarkan, hal ini pula yang menjadi alasan kenapa pada pemilu 1955 yang dianggap pemilu paling jujur dan liberal tetap memilih Presiden melalui musyawarah yang dilakukan oleh MPR, bukan langsung oleh rakyat melainkan melalui Permusyawaratan/Perwakilan.

ada suudzon bahwa apabila anggota MPR/DPRD korup akan menghasilkan pemerintahan yang korup apabila presiden dan wapres dipilih oleh mereka, lalu apakah dengan dipilih langsung oleh rakyat pemerintahan yang korup hilang?

jangan sampai kita menghilangkan falsafah dasar negara hanya karena berpraktek politik yang kurang tepat, kalau mau baik maka harus dimulai dari memperbaiki diri sendiri, memilih orang-orang yang mewakili kita di DPR maupun DPRD dengan memilih orang-orang yang baik, dapat juga memilih berdasarkan kedekatan platform dan arah kebijakan partai ataupun siapa-siapa yang sesuai dengan preferensi kita masing-masing

Pendidikan Formalitas yang Mengkerdilkan

Sedikit mengutip Anies Baswedan, IPK yang tinggi akan membawa kamu lolos seleksi administrasi dalam mencari pekerjaan, selanjutnya yang akan berperan adalah kemampuan kepemimpinan ditambah pengetahuan yang luas.

Mengutip obrolan anak sma sewaktu saya masih SMP, mereka berujar untuk apa sekolah?, karena pada saat ini sebagian besar manusia melakukannya hanya untuk formalitas saja, hanya sedikit yang mencari ilmu untuk menambah pengetahuannya.

berkaitan dengan hal tersebut, kita sebagai manusia telah dikerdilkan, dikungkung oleh sekat-sekat formalitas, sehingga pendidikan yang dikejar adalah angka-angka penilaian yang pada ujungnya untuk meningkatkan strata, kelas dan berakhir pada pendapatan yang besar. lalu setiap manusia diarahkan untuk ahli dalam satu bidang, lagi-lagi tersekat oleh nilai-nilai formalitas.

apakah kemampuan akal kita hanya mampu mendalami satu bidang ilmu?

apakah kita akan membiarkan pendapat orang membatasi potensi besar akal yang dapat mamahami segala sesuatu dengan sekat-sekat formalitas tentang keahlian?

apakah ilmu pengetahuan pada akhirnya hanya kita gunakan untuk mendapat pekerjaan yang dianggap layak dan peningkatan status sosial saja?

apakah ilmu pengetahuan kita gunakan untuk menindas manusia lainnya yang dianggap pendidikannya lebih rendah?

apakah ilmu pengetahuan ini digunakan untuk membuat kerusakan dimuka bumi?

apakah ilmu pengetahuan kita gunakan untuk melunturkan keimanan dan menggugat serta menafikan keberadaan Tuhan?

Apakah seperti itu tujuan menambah pengetahuan dan memperluas wawasan?

3 Golongan Manusia

Allah tidak memperhitungkan manusia berdasarkan suku bangsa, warna kulit, kekayaan maupun kekuasaan, yang diperhitungkan adalah derajat ketaqwaannya. namun demikian ada 3 golongan manusia, yaitu:

1. Golongan Muslim yaitu orang yang berpasrah diri menjalankan seluruh perintah dan larangan ALLAH SWT sesuai dengan yang dijelaskan dalam kitab suci.

2. Golongan Munafik yaitu orang yang menerima sebagian perintah dan larangan ALLAH SWT, dan menolak sebagian lainnya.

3. Golongan Kafir yaitu orang yang menolak tunduk dan berpasrah diri dengan segala perintah dan larangan ALLAH SWT.

Dengan kebersihan hati dan tanpa pembenaran, silahkan renungkan saat ini anda termasuk golongan yang mana?

silahkan berfikir dari 3 golongan diatas, manakah yang paling logis mendapatkan derajat yang paling tinggi?

setiap golongan memiliki konsekuensinya masing-masing

Wednesday, April 23, 2014

Kuliah Bukan Sekolah: Bagaimana cara belajar yang efektif bagi seorang mahasiswa?

Beberapa perbedaan antara kuliah dengan SMA:
  • Jadwal lebih tidak teratur dibandingkan saat SMA. Jadwal kuliah banyak bolong-bolong, kadang-kadang ada hari yang padat kuliah tapi ada juga hari yang kosong.
  • Harus lebih banyak belajar mandiri, materi tidak disuapi seperti SMA.
  • Kebebasan lebih tinggi. Tidak ada yang akan memarahi seperti di SMA jika Anda tidak kuliah, tidak mengerjakan tugas, bahkan tidak ikut ujian.
  • Gaya mengajar dosen beragam, tidak sehomogen guru di SMA.
  • Hubungan antar teman tidak seerat di SMA.
  • The last but the first mahasiswa itu sudah dianggap dewasa sehingga walaupun bebas memilih tetap harus bertanggung jawab dan konsekuen atas pilihannya.
Pertama ketahui terlebih dahulu apa kamu belajar dengan cara:

  1. AUDITORY -mendengarkan, gampang hafal nada lagu, lebih mengerti kalau diterangkan, suka menggumamkan nada padahal baru dengar, lebih ingat akan suara teman
  2. VISUAL- melihat, gampang hafal syair, lebih mengerti kalau membaca, suka lagu karena syairnya bagus, lebih ingat akan nama teman meskipun panjang berderet-deret
  3. KINESTHETIC- melakukan, gampang hafal gerakan tari, lebih mengerti kalo coba sendiri, suka mencoba hal baru, nggelits (aktif gerak).

Kalau kamu termasuk:
  1. AUDITORY, maka masuklah kuliah dengan rajin, apalagi yang bagian penting, dengerin dosen kamu, JANGAN LANGSUNG SIBUK DICATAT!!! buat aja coretan yang kamu paham & ga makan waktu. JANGAN BOLOS di saat penting, dengerin presentasi.
  2. VISUAL, perhatikan papan, catat yang digoreskan dosen kamu, mintalah file presentasi, dan bacalah buku kuliah kamu
  3. KINESTHETIC, coba bayangin materi dosen dan cari referensi, terapin yg bisa diterapin, lbh bagus kalo bisa praktek sendiri.
  4. Kalau kamu termasuk tiga-tiganya, Cool bgt! Perhatiin dosen, baca buku n relate it with ur daily life.
Jangan bolos di awal dan akhir semester, kalau bolos di tengah-tengah aja (saran saya sih sebelum UTS sekali, setelah Uas sekali hehe). WHY? Karena di awal, dosen akan ingat kamu dan biasanya aturan perkuliahan, perkenalan bab, info dll ada disitu. Di akhir biasanya dosen ngasih kisi-kisi untuk ujian. Kalau bisa sih jangan bolos sama sekali.

Sedangkan beberapa tips cara belajar yang baik:

  • Baca materi sebelum kuliah (10-30 menit sudah cukup), lalu setelah kuliah (juga 10-30 menit) . Tanpa membaca terlebih dulu, katanya hanya 50% ucapan dosen terserap. Model ini juga membuat kita mencicil belajar, tidak dipadatkan sehari sebelum kuliah.
  • Pahami karakteristik dosen. Contoh: ada dosen yang lebih menyukai jawaban panjang, tapi ada juga yang lebih suka jawaban yang ringkas tapi tepat. Ada yang membolehkan mahasiswa datang terlambat, tapi ada juga yang sangat anti dsb. Ini juga penting saat mengambil kuliah pilihan, kuliah akan lebih nyaman kalau gaya dosen dan mahasiswa cocok.
  • Jangan lupakan berorganisasi dan bergaul. Kemampuan bersosialisasi, leadership merupakan modal penting saat bekerja nanti. Walaupun IPK 4.0 tapi jika tidak dapat bekerjasama dalam tim akan percuma saja.
Terakhir: nikmati dan manfaatkan masa kuliah yang pendek ini. Kuliah adalah masa yang paling menyenangkan menurut saya. Bebas bereksperimen, berekspresi, masih bisa berbuat kesalahan dengan resiko minimal dan hidup masih ditanggung orang tua. Setelah kuliah, Anda akan dituntut untuk bekerja dan mandiri. Anda juga akan berhadapan dengan lingkungan pekerjaan yang lebih keras daripada kuliah.