Friday, November 21, 2014

Pengembangan SDM: Merekrut, Memperbaharui, dan Retaining Pemimpin Sektor Publik di Singapura

Pelayanan Publik di Singapura diselenggarakan oleh kementerian dan Statutory Board (ada 15 kementerian dan 63 Statutory Board). Statutory Board merupakan lembaga pemerintah yang diberi otonomi untuk melaksanakan fungsi operasional dan bersifat self funding. Misi utama dari pelayanan publik negara Singapura adalah membangun masa depan dan mewujudkan visi warga Singapura, yaitu memberikan pelayanan kelas dunia (developing first class public service). Dalam pengembangan SDM sudah dapat diakui bahwa Singapura hari ini memiliki SDM Public Service yang Baik, atau bisa dikatakan first class public service. Ada 4 tokoh yang berkontribusi dalam pengembangan kaderisasi pemimpin di sektor publik yaitu:
  1. Lee Kwan Yew:  menempatkan orang terbaik untuk tugas yang paling penting.
  2. Goh Keng Swee: sistem meritokrasi dan kinerja sektor publik berdasarkan perekrutan bakat, retensi dan promosi
  3.  Lim Siong Guan dan Philip Yeo (generasi ke-2 dari pemimpin sektor publik) : memiliki tiga prinsip yaitu 1. mendapatkan orang-orang terbaik ke sektor publik, 2. memberi mereka pekerjaan yang menantang, dan 3.  membayar mereka dengan baik.
Dalam melakukan pengembangan SDM aparatur ada beberapa fase yang dilakukan oleh Singapura, adapun tahap yang dilakukan adalah sebagai berikut:

Tahap 1: Menciptakan Lumbung Pemimpin Potensial Melalui Beasiswa
Pada tahun 2006, 10,6% yang memegang gelar dalam kementerian adalah pemegang beasiswa, dan 16% di dewan perundang-undangan.  Public Service Commision (PSC) difokuskan pada beasiswa top-tier, dan melimpahkan beasiswa second-tier  ke kementerian.  Prasyarat beasiswa PSC untuk Layanan Administrasi: hasil ujian level "A", penilaian potensi kepemimpinan, unggul secara akademis pada usia 18, NO QUOTA, proyeksi yang dibuat berdasarkan analisis masa  posisi Deputy dan Permanent Secretary yang harus diisi pada masa yang akan datang. Para sarjana yang terkait dengan skema tertentu dari layanan akan dikerahkan untuk kementerian induknya masing-masing ketika mereka lulus.

Skema sebelum 2002








Skema setelah 2002

Thursday, November 20, 2014

Subsidi BBM yang Berkeadilan

Perlu adanya keadilan dalam memberikan atau mencabut subsidi BBM, pernyataan yang selalu hadir adalah bahwa 70% Subsidi BBM dinikmati oleh kalangan menengah keatas, artinya ada 30% masayarakat menengah kebawah yang juga ikut menikmati subsidi BBM. bayangkan 30% dari total penduduk Indonesia itu sekitar 60 jutaan orang. maka dari itu perlu kebijakan subsidi BBM yang berkeadilan. tidak bijak misalkan memberikan subsidi kepada seluruh masyarakat ataupun menghapusnya secara kesuluruhan.

Adapun Subsidi BBM yang berkeadilan dapat diberikan kepada yang berhak, dapat dilakukan sebagai berikut:
  1. Subsidi harga BBM sebaiknya dicabut seluruhnya untuk kendaraan berplat hitam yaitu sepeda motor dan mobil pribadi di daerah perkotaan khususnya yang ada di pulau jawa.
  2. Kendaraan dinas berplat merah wajib menggunakan Pertamax, kecuali motor dinas kecamatan yang ada di desa-desa dan kendaraan pemerintah di daerah perbatasan harusnya diperbolehkan menggunakan BBM bersubsidi seharga 6500
  3. Kendaraan-kendaraan pengangkut bahan produksi yang pokok atau primer, sembako dan yang sejenisnya dapat menggunakan BBM dengan harga lama Premium 6500 atau Solar 5500.
  4. Angkutan umum seperti bis , angkot tetap dengan harga BBM yang lama.
  5. perahu-perahu nelayan, alat-alat produksi petani, angkutan-angkutan yang mendistribusikan hasil pertanian, peternakan dan perikanan harga BBMnya harus lebih murah dari harga BBM untuk angkutan umum.
demikian kita harus mengklasifikasikan dulu siapa yang berhak ataupun yang tidak berhak mendapatkan subsidi BBM selanjutnya baru pikirkan mekanisme distribusinya.

Tuesday, September 9, 2014

Musyawarah atau Pemilihan secara Liberal dalam memilih Pemimpin

Menyoal memilih kepala daerah melalui pemilihan langsung atau musyawarah oleh DPRD, hari ini menjadi pembicaraan yang kembali menghangat. maka dari itu ada beberapa yang menjadi pemikiran, sebagai berikut:

Jika para pancasilais itu benar-benar pancasilais sejati sudah barang tentu dia akan memilih opsi pemilihan kepala daerah melalui musyawarah oleh DPRD dan Presiden Indonesia melalui musyawarah yang dilakukan oleh MPR. mengapa demikian?

Karena demokrasi Indonesia yang berdasarkan pancasila itu bukan demokrasi liberal melalui pemilihan langsung ini hanya plek-plekan dari NGO-NGO asing, namun demokrasi berdasarkan musyawarah mufakat itulah demokrasi Indonesia yang sebenarnya, yang sari-sarinya diambil dari adat istiadat masyarakat Indonesia dan juga nilai-nilai demokrasi yang terkandung dalam masyarakat Islam melalui musyawarahnya dalam menyelesaikan berbagai persoalan-persoalan.

ya, itulah demokrasi pancasila yang berdasarkan sila keempat " Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN.

seperti inilah demokrasi yang para Founding Fathers ajarkan, hal ini pula yang menjadi alasan kenapa pada pemilu 1955 yang dianggap pemilu paling jujur dan liberal tetap memilih Presiden melalui musyawarah yang dilakukan oleh MPR, bukan langsung oleh rakyat melainkan melalui Permusyawaratan/Perwakilan.

ada suudzon bahwa apabila anggota MPR/DPRD korup akan menghasilkan pemerintahan yang korup apabila presiden dan wapres dipilih oleh mereka, lalu apakah dengan dipilih langsung oleh rakyat pemerintahan yang korup hilang?

jangan sampai kita menghilangkan falsafah dasar negara hanya karena berpraktek politik yang kurang tepat, kalau mau baik maka harus dimulai dari memperbaiki diri sendiri, memilih orang-orang yang mewakili kita di DPR maupun DPRD dengan memilih orang-orang yang baik, dapat juga memilih berdasarkan kedekatan platform dan arah kebijakan partai ataupun siapa-siapa yang sesuai dengan preferensi kita masing-masing

Pendidikan Formalitas yang Mengkerdilkan

Sedikit mengutip Anies Baswedan, IPK yang tinggi akan membawa kamu lolos seleksi administrasi dalam mencari pekerjaan, selanjutnya yang akan berperan adalah kemampuan kepemimpinan ditambah pengetahuan yang luas.

Mengutip obrolan anak sma sewaktu saya masih SMP, mereka berujar untuk apa sekolah?, karena pada saat ini sebagian besar manusia melakukannya hanya untuk formalitas saja, hanya sedikit yang mencari ilmu untuk menambah pengetahuannya.

berkaitan dengan hal tersebut, kita sebagai manusia telah dikerdilkan, dikungkung oleh sekat-sekat formalitas, sehingga pendidikan yang dikejar adalah angka-angka penilaian yang pada ujungnya untuk meningkatkan strata, kelas dan berakhir pada pendapatan yang besar. lalu setiap manusia diarahkan untuk ahli dalam satu bidang, lagi-lagi tersekat oleh nilai-nilai formalitas.

apakah kemampuan akal kita hanya mampu mendalami satu bidang ilmu?

apakah kita akan membiarkan pendapat orang membatasi potensi besar akal yang dapat mamahami segala sesuatu dengan sekat-sekat formalitas tentang keahlian?

apakah ilmu pengetahuan pada akhirnya hanya kita gunakan untuk mendapat pekerjaan yang dianggap layak dan peningkatan status sosial saja?

apakah ilmu pengetahuan kita gunakan untuk menindas manusia lainnya yang dianggap pendidikannya lebih rendah?

apakah ilmu pengetahuan ini digunakan untuk membuat kerusakan dimuka bumi?

apakah ilmu pengetahuan kita gunakan untuk melunturkan keimanan dan menggugat serta menafikan keberadaan Tuhan?

Apakah seperti itu tujuan menambah pengetahuan dan memperluas wawasan?

3 Golongan Manusia

Allah tidak memperhitungkan manusia berdasarkan suku bangsa, warna kulit, kekayaan maupun kekuasaan, yang diperhitungkan adalah derajat ketaqwaannya. namun demikian ada 3 golongan manusia, yaitu:

1. Golongan Muslim yaitu orang yang berpasrah diri menjalankan seluruh perintah dan larangan ALLAH SWT sesuai dengan yang dijelaskan dalam kitab suci.

2. Golongan Munafik yaitu orang yang menerima sebagian perintah dan larangan ALLAH SWT, dan menolak sebagian lainnya.

3. Golongan Kafir yaitu orang yang menolak tunduk dan berpasrah diri dengan segala perintah dan larangan ALLAH SWT.

Dengan kebersihan hati dan tanpa pembenaran, silahkan renungkan saat ini anda termasuk golongan yang mana?

silahkan berfikir dari 3 golongan diatas, manakah yang paling logis mendapatkan derajat yang paling tinggi?

setiap golongan memiliki konsekuensinya masing-masing

Wednesday, April 23, 2014

Kuliah Bukan Sekolah: Bagaimana cara belajar yang efektif bagi seorang mahasiswa?

Beberapa perbedaan antara kuliah dengan SMA:
  • Jadwal lebih tidak teratur dibandingkan saat SMA. Jadwal kuliah banyak bolong-bolong, kadang-kadang ada hari yang padat kuliah tapi ada juga hari yang kosong.
  • Harus lebih banyak belajar mandiri, materi tidak disuapi seperti SMA.
  • Kebebasan lebih tinggi. Tidak ada yang akan memarahi seperti di SMA jika Anda tidak kuliah, tidak mengerjakan tugas, bahkan tidak ikut ujian.
  • Gaya mengajar dosen beragam, tidak sehomogen guru di SMA.
  • Hubungan antar teman tidak seerat di SMA.
  • The last but the first mahasiswa itu sudah dianggap dewasa sehingga walaupun bebas memilih tetap harus bertanggung jawab dan konsekuen atas pilihannya.
Pertama ketahui terlebih dahulu apa kamu belajar dengan cara:

  1. AUDITORY -mendengarkan, gampang hafal nada lagu, lebih mengerti kalau diterangkan, suka menggumamkan nada padahal baru dengar, lebih ingat akan suara teman
  2. VISUAL- melihat, gampang hafal syair, lebih mengerti kalau membaca, suka lagu karena syairnya bagus, lebih ingat akan nama teman meskipun panjang berderet-deret
  3. KINESTHETIC- melakukan, gampang hafal gerakan tari, lebih mengerti kalo coba sendiri, suka mencoba hal baru, nggelits (aktif gerak).

Kalau kamu termasuk:
  1. AUDITORY, maka masuklah kuliah dengan rajin, apalagi yang bagian penting, dengerin dosen kamu, JANGAN LANGSUNG SIBUK DICATAT!!! buat aja coretan yang kamu paham & ga makan waktu. JANGAN BOLOS di saat penting, dengerin presentasi.
  2. VISUAL, perhatikan papan, catat yang digoreskan dosen kamu, mintalah file presentasi, dan bacalah buku kuliah kamu
  3. KINESTHETIC, coba bayangin materi dosen dan cari referensi, terapin yg bisa diterapin, lbh bagus kalo bisa praktek sendiri.
  4. Kalau kamu termasuk tiga-tiganya, Cool bgt! Perhatiin dosen, baca buku n relate it with ur daily life.
Jangan bolos di awal dan akhir semester, kalau bolos di tengah-tengah aja (saran saya sih sebelum UTS sekali, setelah Uas sekali hehe). WHY? Karena di awal, dosen akan ingat kamu dan biasanya aturan perkuliahan, perkenalan bab, info dll ada disitu. Di akhir biasanya dosen ngasih kisi-kisi untuk ujian. Kalau bisa sih jangan bolos sama sekali.

Sedangkan beberapa tips cara belajar yang baik:

  • Baca materi sebelum kuliah (10-30 menit sudah cukup), lalu setelah kuliah (juga 10-30 menit) . Tanpa membaca terlebih dulu, katanya hanya 50% ucapan dosen terserap. Model ini juga membuat kita mencicil belajar, tidak dipadatkan sehari sebelum kuliah.
  • Pahami karakteristik dosen. Contoh: ada dosen yang lebih menyukai jawaban panjang, tapi ada juga yang lebih suka jawaban yang ringkas tapi tepat. Ada yang membolehkan mahasiswa datang terlambat, tapi ada juga yang sangat anti dsb. Ini juga penting saat mengambil kuliah pilihan, kuliah akan lebih nyaman kalau gaya dosen dan mahasiswa cocok.
  • Jangan lupakan berorganisasi dan bergaul. Kemampuan bersosialisasi, leadership merupakan modal penting saat bekerja nanti. Walaupun IPK 4.0 tapi jika tidak dapat bekerjasama dalam tim akan percuma saja.
Terakhir: nikmati dan manfaatkan masa kuliah yang pendek ini. Kuliah adalah masa yang paling menyenangkan menurut saya. Bebas bereksperimen, berekspresi, masih bisa berbuat kesalahan dengan resiko minimal dan hidup masih ditanggung orang tua. Setelah kuliah, Anda akan dituntut untuk bekerja dan mandiri. Anda juga akan berhadapan dengan lingkungan pekerjaan yang lebih keras daripada kuliah.

Wednesday, June 13, 2012

Follow Me oh My love,, Sule feat Andre

OH.. MY LOVE OH.. MY DARLING..
AKU I MISS YOU ka salira..

long long time tos wengi..
I NEVER STOP THINKING ABOUT YOU..
oh.. mother help me you pray your son..
oh.. father ider mother..
father.. mother..
i want to you,, love me forever..
in the night.. in the word..
i want to you,, love me forever..
in the night.. in the night.. in the night..

AKU CINTA I LOVE YOU
I MISS YOU KU RINDU
i want always together
no body no body but you

AKU CINTA I LOVE YOU
I MISS YOU KU RINDU
i want always together
no body no body but you

please.. accept.. my love..
please.. you don't cry.. follow me...

Sunday, June 10, 2012

Perbandingan tipe kepemimpinan Kader Partai Islam di Indonesia-Malaysia (Studi kasus Ahmad Heryawan di Jawa Barat dan Tok Guru Nik Aziz di Kelantan)


Indonesia dengan Malaysia merupakan negara serumpun, Indonesia dan Malaysia juga merupakan tetangga dekat yang memiliki banyak kesamaan dan juga perbedaan. Bentuk Negara Indonesia merupakan Negara Kesatuan. Indonesia merupakan sebuah Republik yang menjalankan pemerintahan presidensial dengan sistem multipartai yang demokratis. Seperti juga di Negara-negara demokrasi lainnya, sistem politik di Indonesia didasarkan pada Trias Politika yaitu kekuasaan legislatif,

Thursday, June 7, 2012

Keadaan Muslimin saat ini



Keadaan muslimin sekarang ini memanglah hina dan berada di bawah kekuasaan musuh-musuh Islam. Muslim sebagai umat yang baik dan mulia ternyata tidak lagi nampak kemuliaannya di tengah manusia lain. Bahkan nampak semakin terjerumus sebagai hasil keadaan jahiliyah yang semakin merajalela saat ini. Secara umum kondisi kaum muslimin hari ini mempunyai kelemahan-kelemahan di antaranya adalah “Akidah, tarbiyah, tsaqofah, dakwah, pengorganisasian/tanzim, dan akhlak.

SEJARAH PERJUANGAN HMI



A.  Pengantar Ilmu Sejarah.      
    1.  Pengertian Ilmu Sejarah.
Dari sekian banyak arti dan definisi sejarah, secara umum dapat di artikan sejarah adalah “ Pelajaran dan pengetahuan masa lampau umat manusia mengenai apa yang dikerjakan, dikatakan, dipikirkan oleh manusia masa lampau untuk menjadi cerminan, dan pedoman berupa pelajaran, peringatan, kebenaran  bagi masa kini dan masa dan mendatang untuk mengukuhkan hati manusia “.

2.    Manfaat dan Kegunaan Mempelajari Sejarah.
Adapun manfaat dan kegunaan mempelajari sejarah salah satunya adalah “ Untuk meninjau dan meneliti secara sistematis dengan penuh kritis masa lalu, agar dapat dijadikan cerminan dan pedoman masa kini dan seterusnya agar dapat ditetapkan arah perjuangan masa depan “.

B.   Misi Kelahiran Islam.

       1.    Masyarakat Arab Pra Islam.
Kondisi masyarakat arab  sebelum Islam masuk sangat rusak sekali (Jahiliyah) contohnya :
-          Peradaban yang jahiliyah ( Kabilah kaum Ad yang menyembah binatang, kayu, batu dan manusia).
-          Orang kaya banyak yang mempunyai gundik ratusan orang wanita kesenangan.
-          Banyak anak laki-laki yang mengawini isteri mendiang ayahnya.
-          Banyak wanita apabila disukai maka dikawini dan apabila sudah bosan ditinggalkan.
-          Banyak orang yang senang mabuk-mabukan.
-          Banyak anak bayi wanita yang dikubur hidup-hidup.
-          Dan lain sebagainya.

2.    Periode Kenabian Muhammad SAW.
a.    Fase Mekkah.
 Pada fase kenabian Muhammad SAW di Mekkah selama 13 tahun, banyak peristiwa dan kejadian yang  dialami nabi beserta pengikutnya diantaranya adalah :
-          Islam meletakkan dasar-dasar kepercayaan murni (keyakinan kepada Allah).
-          Menghargai kaum wanita.
-          Melarang masyarakat arab untuk tidak menyembah berhala, berjudi, mabuk-mabukan dan lain sebagainya.

b.   Fase Madinah.
Pada fase kenabian Muhammad SAW di Madinah selama 10 tahun, banyak peristiwa dan kejadian yang dialami nabi beserta pengikutnya diantaranya adalah :
-          Mempersatukan kaum Muhajirin dan Anshor.
-          Membangun masjid Nabawi.
-          Perluasan penyebaran agama Islam.
-          Dan lain sebagainya.

Teknik Persidangan



1. Landasan Pemikiran

Pada dasarnya, keberadaan suatu organisasi lebih disebabkan karena adanya kepentingan oleh sekelompok orang, yang merupakan pengabungan dari beberapa individu, berdasarkan adanya kesamaan tujuan. Dengan adanya persamaan tujuan, maka diterapkan beberapa aturan main guna dijadikan pedoman/aturan main dalam organisasi tersebut. Sehingga pada akhirnya, diharapkan bahwa organisasi tersebut dapat berjalan sesuai dengan aturan main yang telah disepakati bersama.Berdasarkan pemahaman diatas, maka tidaklah mengherankan jikalau kita sering menjumpai aturan-aturan yang bersifat mengikat di berbagai organisasi. Aturan-aturan tersebut merupakan rambu-rambu yang harus ditaati dan dijalankan agar tidak merugikan orang/pelaku yang akan terlibat. Seperti yang telah dikemukakan di atas, maka pada makalah ini, saya akan membatasi  pembicaraaan hanya pada teknik persidangan dan mekanisme persidangan, sesuai apa yang telah diminta panitia kepada saya.  Dalam membicarakan tehnik mekanisme persidangan, tentunya kita perlu pahami dulu apa yang dimaksud persidangan dan bentuk-bentuk persidangan.
Persidangan didefinisikan sebagai pertemuan formal organisasi guna membahas masalah tertentu dalam upaya untuk menghasilkan keputusan yang dijadikan sebagai sebuah Ketetapan. Keputusan dari persidangan ini akan mengikat kepada seluruh elemen organisasi selama belum diadakan perubahan atas ketetapan tersebut. Ketetapan ini sifatnya final sehingga berlaku bagi yang setuju ataupun yang tidak, hadir ataupun tidak hadir ketika persidangan berlangsung Persidangan merupakan suatu kegiatan yang selalu ada dalam setiap organisasi.
Perbedaan pokok antara persidangan dengan forum-forum lain adalah terletak pada out put yang dihasilkan. Kalau dalam diskusi, dialog, rapat, seminar, simposium, lokakarya dll out put yang dihasilkan hanya berupa kesimpulan. Tetapi kalau dalam persidangan out put yang dihasilkan adalah keputusan dan ketetapan yang sifatnya mengikat dan harus dipertanggungjawabkan secara konstitusi atau hukum. Terdiri dari :
ü  Ketetapan suatu persidangan pada dasarnya bersifat sinergis, berlaku baik ke dalam maupun keluar kadang disertai peraturan tambahan.
ü  Keputusan suatu persidangan umumnya bersifat praktis dan hanya berlaku ke dalam saja.
Persidangan pun bisa disebut rapat, namun tidak semua rapat dapat disebut sebagai persidangan.

Buya Prof Dr HAMKA: Ulama Pejuang, Politisi Sejati dan Pujangga Terkemuka


Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan julukan HAMKA, yakni singkatan namanya. Lahir di desa kampong Molek, Maninjau, Sumatera Barat 17 Februari 1908 – meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981 pada umur 73 tahun ) adalah sastrawan Indonesia, sekaligus ulama, dan aktivis politik.
Belakangan ia diberikan sebutan Buya, yaitu panggilan buat orang Minangkabau yang berasal dari kata abi, abuya dalam bahasa Arab, yang berarti ayahku, atau seseorang yang dihormati.
Ayahnya adalah Syekh Abdul Karim bin Amrullah, yang merupakan pelopor Gerakan Islah (tajdid) di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun1906.
Buya Hamka bukan sosok ulama istana, beliau adalah ulama pejuang yang berhasil menjadi peletak dasar kebangkitan komunitas islam modern atau kaum gedongan di Ibukota lewat icon al azhar yang pada akhirnya berhasil pula melebarkan sayap sebagai lembaga pendidikan modernis dan agamis. Buya Hamka mendapat pendidikan rendah di Sekolah Dasar Maninjau sehingga kelas dua. Ketika usianya mencapai 10 tahun, ayahnya mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di situ Hamka mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. Hamka juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto, dan Ki Bagus Hadikusumo.
Hamka mula-mula bekerja sebagai guru agama pada tahun 1927 di PerkebunanTebing Tinggi, Medan dan guru agama di Padang Panjang pada tahun 1929. Hamka kemudian dilantik sebagai dosen di Universitas Islam, Jakarta dan Universitas Muhammadiyah, Padang Panjang dari tahun 1957 hingga tahun 1958. Setelah itu, beliau diangkat menjadi rektor Perguruan Tinggi Islam, Jakarta dan Profesor Universitas Mustopo, Jakarta. Dari tahun 1951 hingga tahun 1960, beliau menjabat sebagai Pegawai Tinggi Agama oleh Menteri Agama Indonesia, tetapi meletakkan jabatan itu ketika Sukarno menyuruhnya memilih antara menjadi pegawai negeri atau bergiat dalam politik Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi).
Hamka adalah seorang otodidak dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi dan politik, baik Islam maupun Barat. Dengan kemahiran bahasa Arabnya yang tinggi, beliau dapat menyelidiki karya ulama dan pujangga besar di Timur Tengah seperti Zaki Mubarak, Jurji Zaidan, Abbas al-Aqqad, Mustafa al-Manfaluti, dan Hussain Haikal. Melalui bahasa Arab juga, beliau meneliti karya sarjana Perancis, Inggris dan Jerman seperti Albert Camus, William James, Sigmund Freud, Arnold Toynbee, Jean Paul Sartre, Karl Marx, dan Pierre Loti. Hamka juga rajin membaca dan bertukar-tukar pikiran dengan tokoh-tokoh terkenal Jakarta seperti HOS Tjokroaminoto, Raden Mas Soerjopranoto, Haji Fachrudin, AR Sutan Mansur, dan Ki Bagus Hadikusumo sambil mengasah bakatnya sehingga menjadi seorang ahli pidato yang andal.
Hamka juga aktif dalam gerakan Islam melalui organisasi Muhammadiyah. Ia mengikuti pendirian Muhammadiyah mulai tahun 1925 untuk melawan khurafat, bid'ah, tarekat, dan kebatinan sesat di Padang Panjang. Mulai tahun 1928, beliau mengetuai cabang Muhammadiyah di Padang Panjang.
 Pada tahun 1929, Hamka mendirikan pusat latihan pendakwah Muhammadiyah dan dua tahun kemudian beliau menjadi konsul Muhammadiyah di Makassar. Kemudian beliau terpilih menjadi ketua Majlis Pimpinan Muhammadiyah di Sumatera Barat oleh Konferensi Muhammadiyah, menggantikan S.Y. Sutan Mangkuto pada tahun 1946. Ia menyusun kembali pembangunan dalam Kongres Muhammadiyah ke-31 di Yogyakarta pada tahun 1950.
Pada tahun 1953, Hamka dipilih sebagai penasihat pimpinan Pusat Muhammadiah. Pada 26 Juli 1977, Menteri Agama Indonesia, Prof. Dr.Mukti Ali melantik Hamka sebagai ketua umum Majelis Ulama Indonesia tetapi beliau kemudiannya mengundurkan diri pada tahun 1981 karena nasihatnya tidak dipedulikan oleh pemerintah Indonesia.
Kegiatan politik Hamka bermula pada tahun 1925 ketika beliau menjadi anggota partai politik Sarekat Islam. Pada tahun 1945, beliau membantu menentang usaha kembalinya penjajah Belanda ke Indonesia melalui pidato dan menyertai kegiatan gerilya di dalam hutan di Medan. Pada tahun 1947, Hamka diangkat menjadi ketua Barisan Pertahanan Nasional, Indonesia.Disamping Front PertahananNasional yang sudah ada didirikan pula Badan Pengawal Negeri & kota (BPNK). Pimpinan tersebut diberi nama Sekretariat yang terdiri dari lima orang yaitu HAMKA, Chatib Sulaeman, Udin, Rasuna Said dan Karim Halim. Ia menjadi anggota Konstituante Masyumi dan menjadi pemidato utama dalam Pemilihan Umum tahun 1955.
Masyumi kemudiannya diharamkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1960. Dari tahun 1964 hingga tahun 1966, Hamka dipenjarakan oleh Presiden Sukarno karena dituduh pro-Malaysia. Semasa dipenjarakanlah maka beliau mulai menulis Tafsir al-Azhar yang merupakan karya ilmiah terbesarnya. Setelah keluar dari penjara, Hamka diangkat sebagai anggota Badan Musyawarah Kebajikan Nasional, Indonesia, anggota Majelis Perjalanan Haji Indonesia, dan anggota Lembaga Kebudayaan Nasional, Indonesia.
Sebagai politisi buya hamka patut menjadi teladan, Pandangan dan keyakinannya senantiasa lurus – lurus saja memperjuangkan aspirasi ummat, beliau bersama tokoh-tokoh Masyumi lainnya adalah para pejuang Islam yang gigih dalam mengajukan konsep-konsep Islam, secara ilmiah dan argumentatif. Tetapi, juga konsisten dalam memegang teguh aturan main secara konstitusional. Ketika perjuangan melalui jalur partai politik terganjal, buya hamka dan para tokoh Masyumi memilih hijrah dengan menempuh jalur dakwah di masyarakat, masjid, pesantren, dan perguruan tinggi. Karena sesungguhnya dakwah adalah laksana air yang mengalir, tidak boleh berhenti, dan tidak bisa dibendung.
Sikap Istiqomah menjadi garda terdepan walau harus menghadapi tangan – tangan besi kekuasaan yang terbukti berhasil menjebloskannya ke penjara. Penjara badaniah tak sekalipun kuasa memenjarakan kebesaran jiwa seorang hamka yang tetap merdeka, sejarah pula yang akhirnya mencatat bahwa dari dalam penjara lahir karya terbesar buya hamka yang membuatnya dikenal hingga ke mancanegara, Tafsir Al Azhar adalah satu – satunya Tafsir Al Qur’an yang ditulis oleh ulama melayu dengan gaya bahasa yang khas dan mudah dicerna.
Bukan Sekedar itu karya sastra buah penanya tak kalah hebatnya, beberapa novelnya seperti Dibawah Lindungan Ka’bah, Tenggelamnya Kapal Van Der Wickj , Merantau ke Deli dan banyak karya – karya beliau ternyata tidak hanya dipublikasikan oleh penerbit nasional sekelas Balai Pustaka dan Pustaka Bulan Bintang melainkan juga diterbitkan di beberapa negara asia tenggara bahkan di release juga diberbagai situs, blog dan media informasi lainnya.
Pendek kata karya besar buya hamka saat ini telah mendunia meski ironisnya di negeri sendiri sudah jarang generasi muda yang mengenal sosoknya yang fenomenal.
Sikap Istiqomah yang dicontohkan buya hamka bisa menjadi inspirasi bagi kita, beliau bukan alumni perguruan tinggi manapun namun banyak sekali kalangan yang menuliskan di depan namanya gelar atau title Prof Dr, siapa yang bakal menyangka jika seorang yang pada awalnya belajar secara otodidak belakangan justru banyak di berikan gelar doctor honoris causa oleh banyak universitas terkemuka. Karya – karya buya hamka terutama di bidang sastra memang telah melambungkan nama bangsa, mengharumkan nusantara hingga ke manca negara.
Simaklah petikan puisi yang dituliskannya secara khusus untuk Pak Natsir, Puisi yang ditulis Buya Hamka pada tanggal 13 November 1957 setelah mendengar uraian Pidato Natsir yang dengan tegas menawarkan kepada Sidang Konstituante agar menjadikan Islam sebagai dasar negara RI.
Kepada Saudaraku M. Natsir

Meskipun bersilang keris di leher
Berkilat pedang di hadapan matamu
Namun yang benar kau sebut juga benar
Cita Muhammad biarlah lahir
Bongkar apinya sampai bertemu
Hidangkan di atas persada nusa
Jibril berdiri sebelah kananmu
Mikail berdiri sebelah kiri
Lindungan Ilahi memberimu tenaga
Suka dan duka kita hadapi
Suaramu wahai Natsir, suara kaum-mu
Kemana lagi, Natsir kemana kita lagi
Ini berjuta kawan sepaham
Hidup dan mati bersama-sama
Untuk menuntut Ridha Ilahi
Dan aku pun masukkan
Dalam daftarmu …….!

Sumber : Hamka

Perbandingan Politik Indonesia-Malaysia*



Indonesia dengan Malaysia merupakan negara serumpun, Indonesia dan Malaysia juga merupakan tetangga dekat yang memiliki banyak kesamaan dan juga perbedaan. Bentuk Negara Indonesia merupakan Negara Kesatuan. Indonesia merupakan sebuah Republkik yang menjalankan pemerintahan presidensial dengan sistem multipartai yang demokratis. Seperti juga di Negara-negara demokrasi lainnya, sistem politik di Indonesia didasarkan pada Trias Politika yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif.

Debat


1. Definisi Debat
Istilah debat berasal dari bahasa Inggris, yaitu debate. Istilah tersebut identik dengan istilah sawala yang berasal dari bahasa Kawi yang berarti berpegang teguh pada argumen tertentu dalam strategi bertengkar atau beradu pendapat untuk saling mengalahkan atau memenangkan lidah. Jadi, definisi dari debat sendiri adalah suatu cara untuk menyampaikan ide secara logika dalam bentuk argumen disertai bukti–bukti yang mendukung kasus dari masing–masing pihak yang berdebat.
Debat di Indonesia sendiri dibagi menjadi dua aliran, yang pertama adalah aliran konvensional atau aliran yang jarang dipakai, dan yang kedua adalah aliran yang mengikuti standar internasional atau aliran yang yang sekarang sedang digalakkan pemakaiannya di Indonesia. Sistim inilah yang menjadi acuan dalam makalah kami.
Secara umum debat sendiri dapat dilakukan dengan cara berkelompok, yaitu ada dua pihak yang di sini masing–masing memegang peranan sebagai pihak positif dan negatif. Selain itu, mereka mencoba mempertahankan argumen mereka dengan di dukung oleh bukti–bukti serta fakta–fakta yang mendukung kasus mereka, namun terlebih dahulu sebelum mereka melakukan hal tersebut kedua belah pihak harus memberikan suatu parameter yang jelas mengenai kasus (motion) mereka atau memberikan suatu definisi yang menjelaskan kemana arah dari kasus mereka.

Wednesday, June 6, 2012

Piagam Madinah (terjemahan)

 Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ini adalah piagam dari Muhammad, Rasulullah SAW, di kalangan mukminin dan muslimin (yang berasal) dari Quraisy dan Yatsrib (Madinah), dan yang mengikuti mereka, menggabungkan diri dan berjuang bersama mereka.
Pasal 1
Sesungguhnya mereka satu umat, lain dari (komunitas) manusia lain.

Pasal 2
  Kaum Muhajirin (pendatang) dari Quraisy sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka dan mereka membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.

Pidato Bung Tomo

Bismillahirrohmanirrohim..
MERDEKA!!!

Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia
terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya
kita semuanya telah mengetahui bahwa hari ini
tentara inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet
yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua
kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan
menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara jepang
mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan
mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera puitih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka
Saudara-saudara
di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau kita sekalian telah menunjukkan
bahwa rakyat Indonesia di Surabaya
pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku
pemuda-pemuda yang berawal dari Sulawesi
pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali
pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan
pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera
pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di surabaya ini
di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing
dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung
telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol
telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana
hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu saudara-saudara
dengan mendatangkan presiden dan pemimpin2 lainnya ke Surabaya ini
maka kita ini tunduk utuk memberhentikan pentempuran
tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri
dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya
Saudara-saudara kita semuanya
kita bangsa indonesia yang ada di Surabaya ini
akan menerima tantangan tentara inggris itu
dan kalau pimpinan tentara inggris yang ada di Surabaya
ingin mendengarkan jawaban rakyat Indoneisa
ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indoneisa yang ada di Surabaya ini
dengarkanlah ini tentara inggris
ini jawaban kita
ini jawaban rakyat Surabaya
ini jawaban pemuda Indoneisa kepada kau sekalian
hai tentara inggris
kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu
kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu
kau menyuruh kita membawa senjata2 yang telah kita rampas dari tentara jepang untuk diserahkan kepadamu
tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita
untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada
tetapi inilah jawaban kita:

selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah
yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih
maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga

Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah! keadaan genting!
tetapi saya peringatkan sekali lagi
jangan mulai menembak
baru kalau kita ditembak
maka kita akan ganti menyerang mereka itu kita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka
Dan untuk kita saudara-saudara
lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka
semboyan kita tetap: merdeka atau mati!
Dan kita yakin saudara-saudara
pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita
sebab Allah selalu berada di pihak yang benar
percayalah saudara-saudara
Tuhan akan melindungi kita sekalian

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
MERDEKA!!!